Senin, September 11, 2006

Gagal jadi detektif, tapi...


Bagi yang menanti-nanti perkembangan kuliahku di fakultas humaniora, postingan ini semoga bisa menghapuskan penantian panjang itu..

Sebagai review, beberapa saat lalu saya pernah menceritakan bahwa saya mengmbil tiga mata kuliah di fakultas ilmu pengetahuan & budaya (fib ui). Saya ambil sejarah jepang kontemporer, sejarah diplomatik jepang (keduanya program studi jepang), dan pengkajian cerita detektif (program studi perancis). Untuk lebih lengkapnya silakan cari postingan yang saya maksud tsb. (saya lupa tanggal berapa..)

Bagaimana perkembangannya? Hmm.. secara rata2, jujur saya sangat kecewa dengan manajemen FIB.. Kok gitu? Iya.. saya coba sebutkan hal2 yang membuat saya dan banyak teman saya kecewa ya..

1. Seenaknya mindah jadwal kuliah.
Ini terjadi pada mata kuliah detektif. Sewaktu mendaftar mata kuliah ini, tertera bahwa mata kuliah ini dilaksanakan hari selasa jam 13.00. Eh ternyata pas saya cek di hari H (15 menit sebelum jam 13.00) saya mendapati hal yang tidak mengenakkan.. Harinya diubah menjadi kamis jam 7.30... Hmm.. sebagai manusia normal, kekecewaan pun muncul seketika. Pasalnya, otomatis saya tidak mungkin mengikuti mata kuliah ini karena berbenturan dengan agenda kuliah lain di hari kamis... Tapi benarlah bahwa sesuatu yg dianggap manusia buruk bisa jadi merupakan skenario indah yang diberikan ALLAH. Belakangan saya mendapati testimoni dari para alumnus pengambil mata kuliah ini yang rata2 bilang kalau matkul ini tidak enak dan buang2 waktu.. Ujung2nya saya mengucapkan AlhamduliLLAH 'ala kulli hal... Saya memang gagal "menjadi detektif" tapi insya ALLAH saya akan lebih hebat dari detektif...

2. Manajemen ruang kuliah yang aneh...
Belajar di FIB bikin pusing.. Ini dari yang saya alami selama ini. Pasalnya, kuliah dibagi menjadi dua sesi dan antara sesi pertama dengan sesi kedua dilaksanakan pada dua ruang kelas yang berbeda. Bukan hanya berbeda satu atau dua ruang kelas, tapi berbeda gedung!! Jadi setiap akhir sesi pertama, kami harus hijrah ke gedung lain... Hm..mengherankan bukan. Alasannya sih ruangan itu mau dipakai kuliah lain setelah itu. Tapi bukankah lebih efektif kalau kuliah yang akan menempati ruangan yang kami pakai di sesi pertama itu ditempatkan di ruangan yang akan menjadi calon ruang belajar kami di sesi kedua?

3. Dosennya ngaret..
Setidaknya untuk mata kuliah sejarah jepang kontemporer. Bahkan pertemuan pertama bukan ngaret lagi.. tapi gak dateng!!! Dan gak ada pemberitahuan dari staf akademik yang memberitahu bahwa dosennya gak akan datang. Harusnya kalau tau ada dosen yang belum datang ketika waktunya mengajar ada usaha untuk mengkonfirmasi dosen ybs. dong.. Itu menyebabkan waktuku terbuang sia-sia selama 60 menit sebelum akhirnya kuputuskan meninggalkan ruang kelas dan menuju ke fakultas tercinta, ilmu komputer..

Udah deh itu dulu, sekarang saya mau cerita dikit tentang pengalaman saya belajar. Nah ada satu yang bikin lega, dari tiga matkul luar yang saya ambil ada satu yang berjalan sesuai rencana, yaitu sejarah diplomatik jepang. Sebenernya gak sesuai rencana juga sih.. wong molor sekitar 20 menit.. Dosennya kebetulan sama dengan dosen matkul sejarah jepang kontemporer.

Dipertemuan pertama, sang dosen langsung menunjukkan jatidirinya yang sebenarnya: seorang religius sejati sekaligus sekuleris sejati (ini penilaian saya). Bagaimana tidak, di awal pertemuan dia mengatakan "Saya lebih tertarik dengan ilmu2 akhirat karena itu lebih jelas dan bermakna.. Ilmu2 dunia itu ilmu kafir" gitu katanya.. Kemudian setiap mengangkat telpon dia selalu dengan lantang mengucapkan salam terlebih dahulu. "Assalamu'alaykum" begitu dia mulai menyapa lawan bicaranya di telpon. Tapi di lain sisi dia sering memisah-misahkan antara agama dan dunia. Ketika memposisikan diri sebagai warga dunia, dia sering berkata2 yang kasar.. Tapi bila berbicara sebagai umat beragama, hal itu tidak dilakukannya. Stop sampai sini mendeskripsikan dosennya, semoga beliau mendapat hidayah sehingga semakin baik tiap waktunya.

Mengenai pelajaran yang disampaikan di hari pertama, kami diberi definisi mengenai diplomasi. Setelah itu dosen banyak membahas dan menceritakan sejarah negara jepang mulai tahun 1602 an hingga kini. Dosen banyak mengungkit2 kelebihan2 bangsa jepang dan membandingakannya secara instant dengan indonesia.. Banyak hal yang bisa saya ambil dari content yang disampaikannya hari itu. Semoga ke depannya kuliah ini bisa kuhadapi dengan lancar..

Tidak ada komentar: