Rabu, September 27, 2006

Rentetan peristiwa jelang Ramadhan


AlhamduliLLAHiROBBil 'Aalamiin... Tiada yang pantas terucap selain kata di atas bagi ana (arabic language for saya/aku/gua/hamba) menjelang Ramadhan 1427 Hijriyah ini. Bayangkan, dalam beberapa hari menjelang Ramadhan, ALLAH banyak sekali memberi kenikmatan2 besar yang bisa dikatakan sangat besar dan bahkan ada dari kenikmatan2 tersebut yang baru pertama kali ana terima dalam hidup.

Berikut ini akan ana share beberapa nikmat yang ana dapat menjelang ramadhan 1427 Hijriyah ini.

Selasa 19 september 2006 : AlhamduliLLAH ana sempat menjadi saksi hidup (meskipun hanya lewat media massa dan elektronik) dikudetanya pemerintahan zholim Perdana Menteri Thaksin Sinawatra. Yang lebih membuat ana bersyukur adalah pemimpin kudeta tersebut adalah seorang Jenderal Muslim yang bernama Jenderal Sonthi Boonyaratglin.
Landasan beliau dan rekan2nya mengkudeta PM Thaksin adalah karena mereka sudah tidak tahan lagi melihat kezholiman dan kecurangan yang dipraktikkan PM Thaksin dan jajarannya. Ana sendiri lebih suka menggunakan kata "penggulingan" dibandingkan "kudeta", karena esensi kudeta agak berbeda dengan penggulingan. Kudeta lebih berbau negatif dan bermakna "makar".

Rabu 20 Sept - Jum'at 22 Sept : SMA ana mengadakan Sanlat di puncak hingga Jum'at. Tadinya ana tidak bisa menjadi salah satu mentor di sana karena ada beberapa hal seperti kuliah yang padat dan satu lagi yang sangat urgent dan menentukan perkuliahan ana semester ini : Isian Rencana Studi yang belum disetujui oleh Wadek I! Padahal batas terakhir IRS harus disahkan adalah Jum'at 22 Sept. Artinya kalau ana ikuti sanlat, ada kemungkinan permasalahan IRS ini tidak selesai. Namun karena beberapa hal yang tak terduga, akhirnya ana harus berangkat juga ke puncak. Menjlang keberangkatan ikut sanlat berbagai upaya ana tempuh untuk meng-gol-kan IRS ana, termasuk mengirimkan sms kepada Kepala Bagian Akademik FIB (Fakultas Ilmu Budaya) UI (karena masalahnya berhubungan dengan pengambilan kuliah luar ana di FIB) agar membantu permasalahan ini. Lalu terakhir sebelum hari H berangkat ke puncak, ana juga sempat menemui seseorang yang berwenang dalam masalah ini di Fasilkom. Hasilnya sampai hari itu belum ada hasil yang berarti. Ya sudahlah ana berserah saja, apapun hasilnya nanti ana yakin itu yang terbaik. Ana putuskan berangkat dengan mengikutsertakan kekhawatiran2..
Sampai di puncak sekitar pukul 18.30. Mulai saat itu ana coba menghilangkan masalah yang berbau2 Depok. Ana coba fokus pada peran ana di sanlat ini. ........ Rencananya ana akan balik dari puncak Jum'at dinihari untuk mengejar sebuah kuliah yang urgent (jam 8 pagi), dengan naik bus umum karena ana tidak memngikutsertakan motor ana dalam perjalanan kali ini. Tapi alhamduliLLAH lagi, ALLAH memberikan rencana indah. Malam hari menjelang kepulangan ana, ada seorang alumni (anak UI juga) yang baru datang dengan membawa motor. Dan ternyata dia juga hendak turun pagi2. Ya sudah akhirnya ana mbonceng dia menuju Depok untuk mengejar waktu pukul 8 pagi..
Hari Jum'at nikmat yang ana terima lebih dahsyat lagi. Ketika ana melihat status IRS di SIAK NG, ana apatkan statusnya berubah menjadi DISETUJUI..

Di hari jum'at ini juga ana akhirnya ditawari oleh yahoo teknologi manajemen e-mail yahoo beta yang padahal teman2 ana sudah ditawarkan sejak lama.

Sabtu 23 sept : Sesaat menjelang ramadhan.
Ana ada sebuah agenda di Masjid At Tin TMII. Agendanya sih mulai dzuhur sampai ashar saja. Namun ana ingin berdiam di masjid ini untuk merasakan tarawih pertama. Menjelang maghrib pertama di bulan ramadhan ana banyak dapat sms yang berisi permohonan maaf menjelang ramadhan mulai dari teman2 seperjuangan, adik2 pengurus Rohis SMAN 21, adik2 binaan ana di mentoring SMA, hingga ada sms dari keluarga adik binaan mentoring ana di SMA. Ana cukup surprise juga dengan sms yang terakhir ana sebutkan tadi pasalnya pertama ana hanya baca sekilas sms tersebut. Namun ana kaget karena diujung sms itu ada bagian pengirim yang namanya mirip Bapak presiden RI sekarang. Akhirnya ana baca ulang dengan lebih serius dan ternyata itu sms dari keluarga adik binaan mentoring ana di SMA.
Menit2 jelang Maghrib ana persiapkan dengan serius.. Ana tidak mau melewatkan momen berharga ini. Dan alhamduliLLAH ketika adzan pertama Ramadhan berkumandang ana masih diberi wakut oleh ALLAH untuk berjuang di bulan suci Ramadhan ini. Setelah itu ana melanjutkan dengan tarawih bersama di masjid At Tin tersebut.

Ahad 24 September : Hari perdana puasa. Tubuh ana drop teramat sangat. Mungkin karena padatnya kegiatan seminggu menjelang Ramadhan. AlhamduliLLAH ana masih dipercaya ALLAH untuk berpuasa full meski seharian mayoritas mendekam di rumah.

Demikian beberapa rentetan peristiwa yang ana alami menjelang Ramadhan. Semoga para pembaca sekalian terpacu untuk menemukan nikmat2 ALLAh apa saja yang didapat selama ini.

source img:
http://en.wikipedia.org/wiki/Sonthi_Boonyaratglin
http://www.fotografer.net/isi/galeri/foto.php?id=289863

1 komentar:

Anonim mengatakan...

pi~nama situ ganti jadi ana??? kwek2...