Selasa, Desember 26, 2006

SukWich


Definisi sandwich menurut software linguist versi 1.0 adalah sebagai berikut: kb. roti berlapis/isi/apit. ham s. dua keping roti dengan isi ham, roti apit dengan ham.
-:-:-:-:-:-:-:-:-


Assalamu'alaykum wr. wb. para kaum mahasiswa pengekost serta pengontrak sekalian.. Kali ini saya ingin mendedikasikan sebuah tulisan untuk anda.. Tapi tak tertutup kemungkinan bahwa artikel ini akan bergunak juga untuk kalangan di luar yang telah saya sebutkan tadi.

Mahasiswa pengekost dan pengontrak yang semoga diberkahi ALLAH, sarapan adalah sebuah keniscayaan bagi para mahasiswa. Bentuk-bentuk sarapan bisa bervariasi mulai dari makanan besar yang dapat dibeli di warung (nasi uduk, bubur, nasgor, makanan warteg, dll. ), sarapan yang dibikinkan oleh pengelola kost/kontrakan, makanan standard yang bikin sendiri (mie, susu, dll..), hingga makanan yang dibuatkan oleh orang rumah yang bisa kita simpan di lemari es (tinggal panasin)..

Namun saudara2 sekalian, seiring dengan jalannya waktu, maka hendaklah tiap2 diri bisa mengembangkan skill memasak, baik anda wanita or even pria. Tidak perlu memasak yang susah-susah.. Cukup yang sederhana namun bergizi dan tentunya halal. Karena ALLAH tidak mewajibkan makanan itu harus yang mahal atau susah dibuat. Dalam Quran Surah Al Baqoroh ayat 168 ALLAH berfirman yang terjemahannya

"Hai sekalian manusia, makanlah yang halal lagi baik dari apa yang terdapat di bumi, dan janganlah kamu mengikuti langkah-langkah syaitan; karena sesungguhnya syaitan itu adalah musuh yang nyata bagimu."

Oleh karena itu saya ingin sharing keilmuan kepada teman-teman semua mengenai sebuah resep original yang saya yakin (insya ALLAH) tiada duanya di dunia. Makanan itu saya beri nama sukdwich. Berikut cara membuatnya


sukwich

(saya namakan demikian karena saya terinspirasi dari makanan bernama sandwich. Namun karena sepertinya tidak sesuai dengan definisi sandwich maka saya namakan sukwich. "suk" itu merupakan klausa pertama dari nama saya)

Bahan :
1. Roti tawar 3 helai, boleh kurang, boleh lebih(roti tawar yang dijual tukang roti keliling biasanya berjumlah 13 helai dengan harga Rp 4000)


2. telur ayam negeri 1 butir (Rp 500-600/butir, namun kalau belinya dalam ukuran kiloan jauh lebih murah)


3. margarine dikit aja


4. kecap/susu kental manis coklat dikit juga

atau


5. garam


6. minyak goreng dikit aja buat ngelicinin wajan


7. bawang bombay bagi yang suka


========================


Perlengkapan:
1. wajan dan susruk/sotil/gongsengan/alat pengaduk


2. cangkir buat mengaduk telur


3. kompor minyak tanah yang masih ada minyaknya atau kompor gas yang masih ada gasnya


4. korek api dan alat penyala/pengumpan api buat nyalain api kalau pakai kompor minyak tanah


5. piring atau tatakan buat naruh hasil roti yang dah siap dimakan

========================


16 Langkah proses pembuatan:
1. niatkan untuk beribadah kepada ALLAH,
2. baca BismiLLAH
3. siapkan roti tawar,
4. olesi dengan margarine/kecap/susu kental manis coklat pada salah satu atau salah banyak permukaan dalamnya
5. nyalakan kompor
6. taruh wajan di atas kompor
7. beri margarine/minyak pada wajan
8. pecahkan (saja) telur, masukkan isi telur ke dalam gelas, aduk sampe cape' ^_^!
9. beri garam atau/dan aksesoris lainnya
10. kalau wajan dah panas (tau caranya mengetahui wajan dah panas kan? Colek aja pake tangan, kalau anda berteriak "aduh panas" berarti wajan dah panas =P)

11. masak telur kocok tadi di wajan hingga kecoklatan
12. kalau dah coklat angkat telur
13. selipkan telur tadi di antara apitan roti tawar(kalau anda suka bawang bombay anda juga bisa menyisipkannya di dalam roti tawar itu)
14. sukwich siap dinikmati
15. eitt.. ada yang terlupa, agar memastikan anda telah benar dalam membuat sukwich, maka pada permukaan roti tawar paling atas anda harus buat huruf "s" dengan luluran kecap atau susu kental manis coklat.
16. setelah itu sukwich benar2 siap untuk dibuang dimakan

Jreng.... Hasilnya akan seperti ini:



Demikian sharing keilmuan yang saya miliki. Bila anda juga punya resep menarik bisa juga sharing pada bagian comment. Dmikian

======================================
anda ingin dapat sertifikat kelulusan membuat sukwich? Silakan kirim gambar sukwich yang anda buat ke sukmadils@yahoo.com

Senin, Desember 18, 2006

Our new job


Hari selasa beberapa pekan lalu aku mendapat sebuah job baru. Job yang mungkin menurut banyak orang menakutkan sekaligus mulia. Mau tau job baruku itu? Nama pekerjaan itu adalah tukang gali kubur.. Hiii.....

Sebenarnya itu hanya job insidental, pasalnya ada seekor kucing yang mati di depan kontrakanku. Naluri detektifku memperkirakan kucing itu telah mati sebelum hari ahad karena ketika ditemukan pertama kali oleh salah seorang temanku, kucing itu sudah berbau. Bukan karena belum mandi, tapi karena gak pakai deodorant (apa seehh!!!). Oleh temanku, bangku (bangkai kucing) itu dipindahkan ke halaman belakang, tepatnya di TPS (tempat pembuangan sampah). Niatnya keesokan harinya (selasa) baru kucing itu akan dikebumikan.

Hari senin pun bergulir. Selasa pagi kami mulai merencanakan prosesi pemakaman kucing. Aku dan dua orang anggota kontrakan lainnya mulai mempersiapkan perlengkapan memasak mengubur. Pacul kecil dan keranda (baca: serokan) buat menggali dan mengangkat mayat kucing dicari oleh teman dari tetangga sebelah rumah. Seorang teman lagi mencari koordinat lokasi yang cocok di lahan belakang kontrakan untuk tempat penggalian kubur (kayak rentenir tanah aja...). Sedangkan aku menyiapkan dedaunan, nisan, dan peralatan dokumentasi. Setelah semua peralatan lengkap, maka prosesi pemakaman dimulai.

Hal pertama yang dilakukan adalah menggali lubang kubur dengan ukuran sekitar2 m x 1 m 60 cm x 40 cm. Semua orang turut berpartisipasi dalam penggalian kubur ini, penggalian tanah perdana dilakukan oleh temanku yang berinisial MES. Aku hanya bagian finishing dan rapi-rapi lobang sebelum jenazah ditaruh (termasuk melapisi alas lubang dengan dedaunan). Setelah lubang siap, maka temanku yang satu lagi mengangkut jenazah ke dalamnya. Pfuihh.. kami tak tahan dengan bau menyengat yang dikeluarkan mayat. Oleh karena itu ketika jenazah sudah di dalam lubang, maka segera kami uruk itu lobang. Nisan dipasang setelah lubang tertutup keseluruhannya. Setelah selesai, kami melakukan tabur bunga daun di atas makamnya. Dan prosesi pemakaman pun selesai. Tak ada isak tangis dalam prosesi ini. Dan yang pasti tak ada event yang tertinggal untuk kuabadikan. Ceklikk... Kena deh...

Berikut hasil liputannya:


ini mayat kucing (maaf bagi yang gak kuat melihatnya)


sang penggotong keranda mayat


sang pencari lokasi kuburan


inilah kuburannnya


alas kuburan diberi dedaunan


mayat telah masuk ke liang lahat


liang ditutup dengan tanah



kuburan selesai, indah bukan??

Postingan ke 100

201 hari lalu (1 Juni 2006) saya memulai membuka blog ini. Dengan berbagai seluk-beluknya, maka sampailah kini pada postingan yang ke-100, yaitu postingan yang sedang anda baca ini =). Bila dirata-ratakan, maka saya baru bisa mencapai tingkat keproduktifan sekitar 0,5 blog per hari. Jumlah yang masih sedikit untuk bisa dikatakan sebagai blogger.

Pada postingan kali ini saya ingin mengutip sebuah ayat di dalam Al Quran, tepatnya surat Al Isroo ayat 80 sebagai berikut:

Dan katakanlah: "Ya Tuhan-ku, masukkanlah aku secara masuk yang benar dan keluarkanlah (pula) aku secara keluar yang benar dan berikanlah kepadaku dari sisi Engkau kekuasaan yang menolong"


Makna dari ayat ini banyak sekali. Saya sendiri berekspektasi supaya ALLAH senantiasa menjaga saya dalam hal kelurusan niat, dari mulai masuk(awal) hingga nanti keluar(akhir). Jangan sampai niat ini (dalam segala hal) melenceng di tengah jalan. Selain itu saya sangat berharap supaya ALLAH memberi saya kekuatan untuk menjalani hidup ini karena sesungguhnya segala kekuatan hanyalah berasal dari ALLAH..

Semoga ALLAH membimbing diri ini ke jalan yang benar..

Menyambut 22 Desember


Lagu yang cocok dinyanyikan pada tanggal 22 Desember

  • 1. Judul lagu:"Ibu"; vokalis:Iwan Fals; alasan pemilihan lagu: karena 22 Desember adalah hari ibu. Berikut sepenggal kutipan liriknya:


  • Ribuan kilo jalan yang kau tempuh
    Lewati rintang untuk aku anakmu
    Ibuku sayang masih terus berjalan
    Walau tapak kaki penuh darah penuh nanah


  • 2. Judul lagu:"ParLanS" (diilhami dari lagu "Ibu" nya Iwan Fals); vokalis:anonim; alasan pemilihan lagu: karena tanggal 22-24 insya ALLAH akan diadakan kemah peduli 2006. Berikut sepenggal kutipan liriknya:


  • Sepuluh kilo jalan yang (kan) ku tempuh
    Lewati jalanan untuk engkau ParLanS-ku
    ParLanS-ku sayang kumasih terus berjalan
    Walau tapak kakiku pegal-pegal serta linu

Jumat, Desember 15, 2006

Himbauan menjelang UAS



MENGINGAT:
Akan datang pekan ujian akhir semester bagi para mahasiswa Fakultas Ilmu Komputer UI (mulai 18 Desember 2006 hingga 2 minggu ke depan, bahkan lebih),

MENIMBANG:
Bahwa biasanya bobot UAS lebih besar presentasinya terhadap nilai akhir sebuah mata kuliah,

maka dengan ini saya perwakilan dari mahasiswa yang akan mengalami pekan tersebut
MEMUTUSKAN:
1. mengharap agar setiap calon peserta UAS untuk mendekatkan diri kepada ALLAH dan terus belajar dan berikhtiar secara benar
2. mengharapkan agar kita semua saling mendo'akan untuk kebaikan dan keberkahan bersama
3. mengharapkan pihak2 di luar calon peserta UAS untuk turut mendo'akan calon peserta UAS, baik dengan terang-terangan maupun sembunyi-sembunyi. (Do'a seorang saudara muslim terhadap muslim lainnya akan diijabah(diterima) dan diaminkan oleh malaikat, serta si pendo'a akan menerima juga apa yang dido'akannya itu. )

Demikian himbauan dari saya.
cslab-1106-16 pukul 10.23

Rabu, Desember 13, 2006

Ayam atau telur hayo?


Mengapa orang masih banyak yang belum menjawab pertanyaan: "mana yang lebih dulu ada, ayam atau telur?". Bagi orang yang beriman, tentunya mereka dapat menjawab dengan pasti: "Ayam!!". Karena jelas ALLAH menciptakan makhluk terlebih dahulu. Dengan adanya makhluk, baru kemudian tercipta keturunan-keturunannya... Memang gak semua hal kadang bisa dirasionalisasi dengan otak manusia..

Image source : http://www.icr.org/

Selasa, Desember 12, 2006

Kilat menurut Sukma SD


Karena tadi abis ngawas anak2 SDN 05 Pamulang Tengah(PATEN), maka saya jadi teringat masa SD saya. Tapi sebelumnya saya mau ngetes anda terlebih dahulu dengan pertanyaan sbb: "mengapa pada peristiwa petir seringkali kilatan cahayanya terlihat terlebih dahulu baru kemudian suara gemuruhnya??"

Insya ALLAH saya percaya bahwa anda akan menjawab: "karena kecepatan cahaya lebih cepat dibanding kecepatan suara".. Wajar dan normal, kan anda udah gede =).. Tapi tahukan anda apa jawaban saya ketika saya waktu kelas empat or lima (agak lupa) SD diberi pertanyaan itu? Saya jawab "karena kalau berbarengan orang bisa kaget...". Hahaha... jawaban itu selalu terngiang di otak saya hingga saat ini. (Polos banget sih kamu Suk..). Itu pertanyaan essay di ujian EHB/testing loh.. Saya sendiri pertama kali tau jawaban benarnya setelah pak guru waktu itu mengadakan sesi pengoreksian soal bersama-sama murid..

Eh alhamduliLLAHnya tau gak.. lembaran2 jawaban anak2 hilang entah ke mana beberapa hari setelah itu. Nilainya belum direkap pula. Jadi pak guru mengadakan ujian ulang dengan soal yang sama... sehingga akhirnya saya bisa menjawab pertanyaan yang tadi dengan benar.. yaitu "karena kalau berbarengan orang bisa kaget...""karena kecepatan cahaya lebih cepat dibanding kecepatan suara"

Senin, Desember 11, 2006

Status Quo vs Reformasi


Sejujurnya saya sekarang lagi bimbang.. Bimbang mengenai satu hal, antara mempertahankan jatidiri atau menerima sesuatu yang baru.. Memang berubah itu merupakan suatu keniscayaan. Namun agaknya perlu dipikirkan dulu apakah dengan perubahan itu akan membuat perbaikan dan kebaikan dalam diri saya. Apakah cost untuk berubah itu akan sepadan dengan hasil yang akan didapat, meskipun segala hasil di masa yang akan datang hanya diketahui ALLAH. Bagaimana saran anda?

445566


445566, sebuah nomor antique bukan? Coba deh telpon, jangan lupa pakai enol dua satu di depannya, insya ALLAH tidak akan tersambung ke mana-mana karena angka tersebut bukan nomor tilpun. Mau pasang sebagai nomor togel juga gak mungkin karena kan togel cuma 4 nomer (hehehe.. ketauan deh aktivis togelnya). Trus angka apa dunk? Oke deh saya kasiy tau.. Itu tuh angka yang tertera pada meteran jarak motor Shogun saya beberapa waktu lalu.. (foto terlampir). Keren kan?? Angka terakhir memang tidak begitu keliatan, tapi percaya aja deh kalau itu angka 6. Btw..btw.. tau gak, buat mendokumentasikan angka cantik ini, saya mesti rela memberhentikan motor di pinggir jalan dalam perjalanan menuju Pamulang beberapa saat lalu.

Beberapa saat menjelang kemunculan angka itu saya sempat was-was kalau-kalau ketika angka itu muncul saya tidak berada di tempat yang bisa dibuat untuk berhenti, misalnya di persimpangan jalan. Tapi alhamduliLLAH kekhawatiran itu tidak terjadi. Saya bisa berhenti di pinggir jalan meskipun angkot di belakang klakson-klakson mulu.. (Maaf ya bang sopir..).

Juara 3 =)


Tidak..!! aku kalah berhemat dibanding dengan dua temanku yang lain. Tapi aku tetap bangga karena berhasil mengalahkan dua temanku yang lain dalam berhemat. Dan tampaknya tidak ada yang bisa mengalahkan si "Y" dalam perolehan tagihan uang bulanan. The untouchable man!!

Jumat, Desember 08, 2006

Volley Game


Volley Game (Baca: Poligami)juga sedang hangat2nya jadi bahasan di negaraku.. Ini mencuat setelah AG menikah lagi dengan AE.

Bagaimana pendapat saya? Yang pasti tak ada pengharaman dalam agama saya mengenai hal ini.. Yang pasti poligami tidak boleh diniatkan untuk mempermainkan perempuan.. So..? Saya gak mau komentar lagi ah.. Yang pasti hingga saat ini saya hanya mampu ber-Volley Game.

YZ-ME


Eh..eh.. duniaku makin aneh deh.. Masak ada anggota DPR dari Partai GOxKAR yang selingkuh (dengan ME)tapi kasusnya gak ditanganin sama polisi. Iya sih ditanganin, tapi itu untuk menjerat kasus penyebaran VCD Porno, Aborsi, dan Pemerasan.. Bukan esensinya yaitu berupa ZINA.. Padahal jelas2 dalam VCD porno itu tertangkap adegan perzinaan yang dilakukan YZ bersama dengan ME.

Udah ah gak mau bahas lagi.. Biarlah waktu yang menjawabnya..

Senin, Desember 04, 2006

Air PAM itu merah, Jenderal!!

Konsumer blog sekalian, pasti anda tahu bahwa air bersih itu berwarna jernih/bening bukan? Okedeh air bersih itu tak ada warnanya bagi yang tak mengakui "bening" sebagai sebuah warna. Pertanyaan selanjutnya.. Anda pernah tahu PAM (Perusahaan Air Minum) kan? Sebuah instansi milik pemerintah yang berbau keswasta-swastaan, yang bahkan lebih kentara sifat swastanya dibanding negerinya. Anda pernah tahu kan apa warna air PAM yang seharusnya? Biru? Kalau anda jawab biru berarti anda belum pernah tahu air PAM dan artikel ini boleh tidak anda teruskan karena ini artikel hanya dapat dimengerti oleh orang yang menjawab air PAM yang normal itu berwarna bening. Tapi saya yakin anda pasti tidak rela untuk berhenti membaca artikel ini sebelum ditemui tanda titik yang terakhir bukan? Jadi silakan anda teruskan membaca membaca artikel ini. Yah, tadi udah dikasih bocoran dikit bahwa air PAM yang normal berwarna bening.

Namun konsumer sekalian, beberapa waktu lalu kami dan daerah di sekitar kami (mungkin dalam radius satu RT, RW, Kelurahan, Kecamatan, atau bahkan Kotamadya) mendapati sebuah kenyataan pahit. PAM telah menzholimi kami dengan mengucurkan darah segar pada kran-kran air kami. Air PAM ketika itu berwarna merah!! Bahkan sebelum mengucurkan darah, sempat PAM menuangkan kopi pekat pada bak mandi dan ember-ember penampung air kami, hitam pekat!! Itu merupakan rentetan kezholiman yang dilakukan PAM karena dalam beberapa jam sebelumnya air PAM mati total tanpa ampun...

Kami yang mendapati kenyataan itu hanya bisa pasrah menerima cobaan hidup ini, bersabar, bersabar, dan bersabar atas kejadian tak mengenakkan ini. Saya tahu sebagai warga sipil pelanggan PAM, ada sebuah hak yang bisa dilakukan bila merasa dirugikan. Seorang penderita kezholiman misalnya bisa melakukan class action yang apabila diajukan dan menang (bisa dibenarkan oleh hukum), maka penggugat akan mendapat ganti rugi satu milyar rupiah.. Itu juga baru yang saya tahu, mungkin ada banyak lagi sesuatu yang bisa dilakukan oleh penderita kezholiman secara yuridis. Namun kami tak melakukan itu karena pastinya ada satu milyar satu alasan dari PAM untuk hal ini yang akan dengan mudah dibenarkan oleh pihak yang berkuasa. (Walaupun alasan yang terkuat adalah "malas" untuk berhubungan dengan hal2 seperti ini, tau sendiri alasannya...)

Akhir2 ini saya bahkan menerima laporan yang lebih parah lagi. Seorang sahabat saya di daerah kecamatan cakung (pasar cakung) bercerita bahwa air PAM berhenti mengalir selama 5 hari!! Bayangin aja 5 hari tanpa air!!! Bisa menjadi pembunuhan massal tuh, atau setidaknya membuat gatal-gatal dan pembuat malu massal (kalau misalnya gak mandi 5 hari). Memang sih alhamduliLLAH di salah satu rumah dari mereka ada yang masih memiliki pompa tangan manual yang alhamduliLLAH masih bisa berfungsi. Namun untuk bisa mengambil seember air mereka harus mengantri panjang. Coba perhatikan efek domino yang terjadi: kehilangan waktu, kehilangan pendapatan, kehilangan tenaga, dst....

Dari fakta-fakta di atas cukuplah untuk bisa digeneralisir bahwa rakyat dirugikan oleh PAM ketika itu. PAM telah melakukan tindakan "mala praktik" terhadap pasiennya pelanggannya. PAM telah memberikan sebuah dejavu era PKI tahun 1965 dengan modifikasi: air PAM itu merah, Jenderal!!

Berikut adalah dokumentasinya:


Jumat, Desember 01, 2006

Hebatan mana: Mu'alaf atau kita ?


Maha Suci ALLAH Sang Pembolak-balik hati...

Hari ini ana dan jama'ah sholat Jum'at Masjid Ukhuwah Islamiyah, UI Depok, kembali menjadi saksi sebuah persaksian masuk Islamnya seorang mahasiswa UI. Kali ini yang bersyahadah adalah seorang mahasiswi FISIP (Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik).. Namanya ana lupa, kalau gak salah Axxxxx Mxxxxx Pxxxx(21 tahun). Beliau dahulu memeluk Kristen, namun kemudian memutuskan untuk berIslam setelah terjadi kegundahan dalam hatinya mengenai ajaran Kristen, terutama dengan konsep trinitasnya. TAKBIR pun berkumandang memecah langit UI ba'da beliau selesai mengucapkan kalimat syahadah..

Ini bukan yang pertama kali ana dan jama'ah masjid UI menyaksikan bersyahadahnya seseorang non-Muslim. Namun yang terpenting adalah bukan banyak atau tidaknya momen seperti ini. Yang jauh lebih penting adalah bagaimana momen seperti ini mampu men-charge keimanan kita kepada ALLAH dengan charger yang sangat dahsyat.. Momen seperti ini harusnya mampu menjadikan ummat Islam yang notabene sudah lama "berislam" untuk bangkit melawan segala bentuk keraguan dalam hatinya. Harusnya ummat Islam yang lembek dalam berislam MALU dengan momen ini. Betapa saudari kita tadi harus bersusah payah "menunggu" 21 tahun tahun dahulu untuk dapat menemukan kebenaran. Bahkan ketika menemukan kebenaranpun, mungkin banyak rintangan, tantangan, bahkan ancaman yang diterima oleh seorang calon muallaf untuk mengikrarkan kepasrahannya mengakui ALLAH Rabbnya dan Muhammad utusan ALLAH.

Bagaimana dengan kita yang dari dulu berIslam? Apakah semangat berIslam kita kian bertambah tiap saat? Sudah benarkah keIslaman kita selama ini? Apakah kita benar-benar Muslim atau hanya Muslim2an?? Silakan jawab dalam hati masing2 dan mari kita beristighfar atas kelalaian kita selama ini..jangan lupa untuk segera memperbaiki kesalahan sebelum terlambat.. Dan mari BERGERAK!!!

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan: "Tuhan kami ialah Allah" kemudian mereka meneguhkan pendirian mereka, maka malaikat akan turun kepada mereka dengan mengatakan: "Janganlah kamu takut dan janganlah merasa sedih; dan gembirakanlah mereka dengan jannah yang telah dijanjikan Allah kepadamu". Kamilah pelindung-pelindungmu dalam kehidupan dunia dan akhirat; di dalamnya kamu memperoleh apa yang kamu inginkan dan memperoleh (pula) di dalamnya apa yang kamu minta. Sebagai hidangan (bagimu) dari Tuhan Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (Fushshilat 30-31)

You'r invited (anda diundang)

Siapa pun anda, mahasiswa UI atau bukan, pelajar atau bukan, sudah menikah atau belum =) , muda ataupun (merasa sudah) tua, pria ataupun wanita, rumahnya di daerah Pulo Jahe atau bukan, alumni SMAN 21 atau bukan, apapun pekerjaan anda, dengan ini kami mengundang anda untuk menghadiri :
::click to zoom the leaflet::

Kamis, November 23, 2006

vOTe FoR mY HoUsE!!!


gambar rumah ini tidak menggambarkan rumah Sukma yang sebenarnya


Butuh bantuan temen-temen sekalian nih untuk vote di alamat berikut. (Pilih yang "YES" ya.. =D)

Insya ALLAH ini adalah lokasi my sweet house (Jln. K.R.T. Radjiman W. / Pulo Jahe No. 19B RT 02 RW 10, Kelurahan Jatinegara, Kecamatan Cakung, Jakarta Timur, 13930).. Dengan bantuan teman-teman mem-vote dan bersaksi bahwa ini adalah rumah keluarga Sukma Mahendra, diharapkan kalau tiba-tiba ada orang yang menyatakan ini adalah rumahnya, maka saya punya banyak dukungan yang menyatakan bahwa ini bukan rumah orang yang mengaku-ngaku itu =D..

Lebih lagi, dengan mengetahui lokasi rumah saya, insya ALLAH akan ada banyak manfaatnya bagi anda, misalnya nih:

1. Anda bisa bersilaturrahim ke rumah saya (memperluas rizqi),
2. Kalau anda tersesat di sekitar area dekat rumah saya, silakan anda mampir ke rumah saya, insya ALLAH nanti saya tilpon pulisi untuk menyebarkan info bahwa ada orang tersesat. Rumah saya juga dekat masjid besar. Jadi penyebaran info penemuan orang hilang bisa juga disyiarkan lewat menara masjid. =D
3. Kalau anda kemalaman, kehujanan, kepanasan, atau mengalami kondisi lain yang membuat anda tidak mungkin untuk pulang segera, sedangkan anda sedang berada dekat rumha saya, maka datanglah ke rumah. Insya ALLAH kami akan dengan senang hati "menampung" anda..
4. Kalau anda kelaparan dan sangat butuh makan, dan anda sedang berada dekat rumah saya, maka anda juga bisa ke rumah saya. Nanti saya tunjukkan warteg terdekat =b
5. Kalau saya meninggal, anda bisa berta'ziyah (melawat/melayat/nyelawat) ke rumah saya.
6. dan banyak lagi manfaat lainnya.. (silakan tambah sendiri...)

Sebelumnya, saya ucapkan terima kasih atas kesediaan anda bersaksi...

Rabu, November 22, 2006

Hadiah penebus khilaf..


Dengan ini saya memohon maaf atas ketidaksempatan meng-update blog ini. Saya paham dengan kekecewaan konsumer sekalian atas kejadian ini. Namun apa daya, saya benar2 tidak sempat meluangkan waktu sekejap pun untuk menulis curahan pikiran ke blog ini. Sebagai "penebus", saya cukilkan sedikit do'a yang insya ALLAH ma'tsur (shahih dan dianjurkan). Semoga ALLAH memberkahi kita...

"Rabbanaa afrigh 'alaynaa shabran wa tsabbit aqdaamanaa wanshurnaa 'alal qawmil kaafirina.
Ya Tuhan kami, curahkanlah kesabaran atas kami dan teguhkanlah pendirian kami serta tolonglah kami terhadap golongan yang kafir.

Rabbanaa laa tuzigh quluubanaa ba'da idz hadaytana wa hablanaa min ladunka rahmatan innaka antal wahhaabu.
Ya Tuhan kami, janganlah kau palingkan hati kami setelah Engkau tunjuki dan berilah kami dari hadhirat-Mu rahmat karena Engkau adalah Yang Maha Pemberi.

Allaahumma tsabbitnii an azilla wahdinii an adhilla.
Ya Allah kokohkanlah aku dari kemungkinan terpelesetnya iman, dan berilah aku petunjuk dari kemungkinan sesat.

Allahumma kamaa hulta baynii wa bayna qalbii, fahul baynii wa baynasy syaythaani wa 'amalihi.
Ya Allah sebagaimana Engkau telah memberi penghalang antara aku dan hatiku, maka berilah penghalang antaraku dan antara syaitan serta perbuatannya.

Allaahumma innii as-aluka nafsan muthma 'innatan tu'minu biliqaa'ika wa tardhaa biqadhaa'ika wa taqna'u bi'athaa'ika
Ya Allah aku mohonkan pada-Mu jiwa yang tenang tenteram, yang percaya pada pertemuan dengan-Mu dan ridha atas keputusan-Mu serta merasa cukup puas dengan pemberian-Mu.

Allahummarzuqnii nafsan muthma'innatan tu'minu biliqaa'ika wa tardhaa biqadhaa'ika
Ya Allah, berilah kami hati yang tenang, yang beriman akan saat perjumpaan dengan-Mu dan ridha menerima segala ketetapan-Mu

Allahumma Laa shla illaa maa ja'altahu sahlan wa anta taj'alul hazna idzaa syi'ta sahlan
Ya Allah, tiada yang mudah selain yang kau mudahkan dan Engkau jadikan kesusahan itu mudah jika Engkau menghendakinya jadi mudah. (HR. Ibnu Hibban)

Allaahumma innii as-aluka tamaaman ni'mati fil asy-yaa'I kullihaa wasy syukra laka 'alayhaa hattaa tardhaa wa ba'dar ridhaa, wal khiyarata fii jamii'I maa yakuunu fiihil khiyaratu wa bijamii'I masyuuril umuuri kullihaa laa bima'suurihaa yaa kariimu.
Ya Allah, aku mohonkan pada-Mu kesempurnaan ni'mat pada segala perkara dan mensyukuri-Mu atasnya, sehingga Engkau ridha dan sesudah ridha itu lalu aku mohonkan pula kepada-Mu untuk memilih segala apa yang boleh dipilih dan dengan segala kemudahannya, bukan yang sulit lagi sukar dikerjakannya. Wahai Tuhan Yang Maha Mulia.

Jumat, November 03, 2006

Sholat : pembeda antara pengecut dan pemberani


Maaf apabila tulisan kali ini akan menyinggung kita semua, karena memang tujuan tulisan kali adalah untuk menyinggung kita semua, termasuk menyinggung diri penulis sendiri. Karena kadang-kadang manusia zaman sekarang bila tidak di-trigger dengan singgungan atau sindiran tidak akan pernah sadar, dan lagi-lagi penulis sepertinya masuk dalam kategori ini juga.

Yang ingin saya singgung adalah mengenai pelaksanaan kewajiban sholat kita. Saya tak ingin mengutarakan landasan sholat, keutamaan sholat, dampak sholat, dan hal2 yang berhubungan dengan fiqh sholat karena saya yakin kita sudah terlalu sering mendengarnya. Hampir bisa dipastikan setiap rumah memiliki buku panduan sholat. Saya hanya ingin mengkritisi pelaksanaan dan pandangan anak2 jaman sekarang terhadap sholat, itu saja.

Satu hal yang menjadi kasus mayoritas di Indonesia : "Menunda-nunda sholat tanpa ada alasan syar'i (yang dapat dibenarkan oleh syari'ah)". Insya ALLAH semua orang sudah tau bahwa sholat yang utama adalah pada waktunya (di awal waktu). Saya juga yakin banyak yang tahu kisah ketika dulu Nabi Muhammad masih hidup, ada seorang sahabatnya yang ketinggalan sholat jama'ah di awal waktu (Umar bin Khottob r.a.) yang langsung menebus kefasikannya itu dengan menginfaqkan seluruh kebun beserta isi kepunyaannya. Tapi kenyataannya pemahaman itu belum juga mampu menggerakann tubuh kita untuk melaksanakan sholat sesuai dengan pemahaman yang telah kita miliki itu.

Menunda sholat = tabiat pengecut...

Menunda-nunda sholat menurut saya merupakan sebuah bentuk kepengecutan seseorang. Banyak orang yang tidak sholat pada waktunya karena takut dikatakan sok alim, padahal semua sepakat sok alim itu jauh lebih baik dibanding sok bejat. Banyak orang takut untuk sholat tepat pada waktunya dan melaksanakan sholat di masjid/musholla. Alasannya bila sholat di awal waktu dan di masjid/musholla, maka terpaksa dia harus ikut jama'ah yang ada. Dia tidak akan bisa leluasa sholat dengan kecepatan supersonic apalagi melebihi kecepatan cahaya. Dalam kasus ini terlihat bahwa orang tersebut pengecut karena takut untuk berhadapan ALLAH dengan durasi lebih lama, padahal takut untuk berkomunikasi dengan ALLAH merupakan salah satu tanda yang berarti bahwa dia mengakui dirinya terlalu banyak berlumur dosa.

Kita lihat praktik sholat shubuh masyarakat kita. Sudahkan kita istiqomah(konsisten) dengan sholat shubuh tepat waktu dan berjama'ah? Jawabannya "tidak". Itu jawaban pasti, karena kalau jawabannya "sudah" maka tidak mungkin Indonesia masih berada pada kategori miskin seperti saat ini. Bahkan ada teori yang mengatakan bahwa untuk melihat aman atau tidaknya suatu daerah, makmur tidaknya suatu daerah, dapat dilihat dari prosentase orang yang sholat shubuh di masjid di daerah itu. Semakin tinggi prosentasenya, diindikasikan makin aman dan makmur pula daerah itu. Sebuah formula aneh tapi senantiasa terbukti kebenarannya.

Saya berani pastikan orang-orang yang senang korupsi uang rakyat, maling-maling, para perampok, para begal, para pencopet, para penodong, penjambret, tukang tipu, pembalak liar hutan, penipu, pembual, pembunuh, penebar paku jalanan, serta pelaku perbuatan buruk lainnya akan takut datang sholat shubuh ke masjid karena syaithon telah membekapnya dengan sangat erat ketika mereka tidur. Syaithon sangat cinta pekerjaan mereka. Syaitho tidak mau dan tidak rela teman setianya melakukan aktivitas mulia. Sebagai informasi, ALLAH mengatakan bahwa ketika tidur, sebenarnya kita terikat oleh belenggu-belenggu syaithon. Oleh sebab itu, kita disuruh berdo'a ketika sebelum tidur agar belenggu itu tidak mencelakakan kita ketika tidur, dan juga membaca do'a ketika bangun tidur sebagai wujud terima kasih kepada ALLAH atas penjagaanNya terhadap belenggu syaithon ketika kita tidur. Ini mungkin salah satu analisa mengapa kemakmuran dan keamanan suatu daerah bisa diindikasikan dari prosentase orang yang sholat berjama'ah shubuh di masjid. Ini juga berlaku bagi para pelaku kriminalitas pada sholat-sholat di luar sholat shubuh. Jangankan ke masjid, kadang2 keluar rumah saja mereka ciut karena perasaannya tidak tenang akibat dikejar2 polisi.

Lebih lagi, orang yang tidak shubuh tepat waktu dan berjama'ah di masjid/musholla tanpa alasan yang syar'i, saya kategorikan sebagai pengecut (bahkan Sunnah Rasul mengatakan itu "ciri-ciri munafiq"). Sebagai antilogika, kalau tidak masuk kategori pengecut, maka pastinya dia akan berani membuka matanya, berani menanggalkan kasur-bantal-gulingnya, berani untuk berwudhu dengan dinginnya air, berani bertarung dengan dinginnya udara pagi ketika di perjalanan menuju masjid, serta berani untuk berdiri menjalankan sholat dalam keadaan masih agak2 mengantuk.. Begitu juga dengan sholat-sholat di luar shubuh. Kalau mereka tidak pengecut, maka mereka pasti akan berani dengan tegas meninggalkan kesenangan2 dunia yang sedang dilakukannya. Bagi orang yang pemberani, mereka akan tegas menyahut panggilan ALLAH (adzan-pen.) bukan malah menutup telinga dengan tangan yang menandakan kepengecutannya.

Ada lagi fenomena yang juga aneh tentang menunda sholat. Fenomena yang saya maksud adalah fenomena keterjebakan dalam definisi "solidaritas". Seringkali ternyata orang yang menunda sholat sebenarnya tidak ingin menunda sholat, tapi karena temannya, orang yang dihormatinya, atau orang yang dianggap spesial baginya belum juga beranjak sholat, maka ia mengurungkan niatnya atas nama "solidaritas". Saya sebut ini solidaritas yang menipu. Solidaritas yang rapuh. Padahal jelas-jelas nanti kita di akhirat disidang atas sholat kita atas nama pribadi, bukan golongan atau gank kita. Sungguh pimpinan gank kita tidak akan menyerahkan pahalanya untuk menggantikan kelalaian sholat kita.

Orang yang terjebak dalam solidaritas palsu ini mutlak masuk dalam golongan pengecut. Alasannya jelas, dia takut untuk mengecewakan temannya yang jelas2 salah, dia takut untuk berjalan sendiri tanpa teman ke masjid/musholla, dan dia takut bila sholat tepat waktu teman2nya akn meledeknya begitu kembali ke kelompoknya atau gank-nya. Padahal percayalah tidak akan ada manusia selain RasuluLLAH yang berhak memberikan syafa'at/perlindungan di akhirat nanti. Dukun-dukun, orang pintar, pak haji, bahkan kyai dan ustadz sekalipun tidak akan bisa memberikan pertolongan kepada kita. Dengan demikian maka hendaknya kita mulai menilai apakah solidaritas kita selama ini sudah benar atau sesat.

Mungkin itu saja sedikit koreksi dari saya buat kita semua. Sebenarnya banyak lagi yang ingin saya kritisi dari diri kita sebagai pemecut atas tindakan penyepele-an kita terhadap sholat. Namun dengan pecutan singkat di atas semoga bisa mamacu kita untuk kemudian secara otodidak mengoreksi lebih banyak lagi kesalahan kita. Jangan tunggu hingga orang lain mengkritisi kita. Satu hal yang perlu kembali dibudayakan : marilah kita senantiasa mengingatkan diri kita dan orang lain. Mengingatkan, bernasihat, bertaushiyah bukan hanya kewajiban Aa' Gym saja, bukan kewajiban pak haji saja, namun kewajiban setiap insan dan kita akan dipertanggungjawabkan atas hal ini.

~Pulo Jahe, 27 Oktober 2006, pukul 17.35 WIB
Revisi terakhir : Jln. H. Koja II, 2 November 2006, pukul 23.35 WIB

Note : orang yang disinggung di sini adalah orang yang telah mengetahui bahwa sholat itu mesti di awal waktu (asholaatu 'ala waqtiha). Sebaliknya, ini tidak berlaku bagi orang yang tidak mengetahui bahwa ada suruhan sholat di awal waktu.

Rabu, November 01, 2006

Rangkaian lebaranku


الله أكبر الله أكبر الله أكبر ولله الحمد
AlhamduliLLAHiRROBBil 'aalamiyn
Segala Puji Bagi ALLAH yang telah mengizinkan kita untuk dapat menemui salah satu hari raya Islam, 'Idul Fithri. Sebuah hari raya yang menurut saya sangat sakral karena beberapa hal, terutama dalam hal nuansa bersilaturrahimnya.

Pada “Lebaran” kali ini, AlhamduliLLAH kami sekeluarga dapat lengkap berkumpul di rumah. Kami tidak mudik karena memang tidak ada hal yang mengharuskan kami untuk mudik untuk tahun ini. Kami menjalani Lebaran di Jakarta.

Berbeda dengan tahun sebelumnya, keluarga kami kali ini berpencar lokasi sholat 'Id. Ibu dan adik (perempuan), sholat di tempat pengajian Ibuku di sebelah rumah. Sedangkan saya, Bapak, dan Kakak (pria) sholat di lapangan SD mantan almamaterku yang berjarak sekitar 400-500 meter dari rumah. Berbeda lokasi, namun kami satu waktu ketika tiba kembali di rumah. Ketika tiba di rumah, ternyata ada Om (paman-pen.) dan Tante (bibi-pen.) dengan membawa anak mereka yang sudah menunggu di depan pintu rumah.

Acara selanjutnya adalah acara saling bermaafan di antara sesama anggota keluarga yang dilanjutkan dengan berbenah ruang depan untuk meng-unjuk (menjamu-pen.) tamu yang akan datang. Selama hampir satu jam berturut-turut, kami menerima tetangga yang bertamu / bersilaturrahim ke rumah kami. Setelah kira-kira semua tetangga sudah mengunjungi keluarga kami, maka giliran kami yang berputar keliling menyambangi keluarga/tetangga yang lebih sepuh (tua-pen.). Seusai menunaikan silaturrahim dengan tetangga, baru kami makan ketupat bersama..

Beralih kepada point cerita lain, tepatnya anak dari Om yang bertamu tadi. Anaknya bernama hmmm siapa ya, gak apal, yang pasti panggilannya “Tia”. Usianya kalau gak salah kurang dari 3 tahun (atau 2 tahun ya?). Pokoknya masih kecil dan imut deh. Saya memang jarang bertemu dengan Tia karena memang rumahnya jauh (Bekasi), dan jarang berkunjung ke rumah, dan sebaliknya, saya belum pernah berkunjung ke rumahnya. ^_^!

Karena jarang ketemu, maka dia masih malu-malu gitu deh ketika pertama kuajak main.. (malu apa takut ya?? =P). Dia masih sibuk berakrab dengan orang tuanya saja. Tak ada (sama sekali) kata yang terucap dari bibirnya kepada orang selain orang tuanya. Hmm.. aku berpikir dan berusaha keras untuk dapat membuatnya akrab denganku. Diajak main cilukba dia gak bergeming.. padahal harusnya ini cara ampuh untuk mengakrabkan diri dengan anak seusia dia.

Tiba-tiba aku melihat ada bola plastik di tumpukan rak sepatu. Kucoba melemparkannya ke Tia. Eh ternyata dia tertarik.. Ya udah akhirnya aku mencoba mengakrabkan diri dengan permainan bola tendang. Akhirnya setelah sekian saat bermain2 dengan bola, akhirnya Tia mulai berani bersosialisasi dengan keluargaku. (Dan akhirnya sepertinya Indonesia telah menemukan bibit baru pesepak bola wanita =D)

Ba'da dzuhur, Tia dan keluarganya pamit untuk pulang. Karena jarang bertemu dan diprediksikan akan tetap jarang ketemu ke depannya, maka saya abadikan Tia di dalam photo dan video HP ku. Buat kenang-kenangan.. Yang pasti kehadirannya cukup menghibur kami di Lebaran kali ini.

Berikut ini beberapa ekspresinya di hadapan kamera:


ekspresinya terhadap perintah “senyum”



ekspresinya terhadap perintah “peace”



ekspresinya terhadap perintah “melet (menjulurkan lidah-pen.)”


Tak berapa lama setelah mereka pulang, datang lagi serombongan keluarga besar saudara-saudaraku dari Jatinegara Kaum. Banyak banget yang datang, 20-an orang ada kali.. Wah gak jadi sepi deh rumah kami.. Namun saat itu, ditambah lagi dengan suasana panasnya udara Jakarta, huahhh... badanku mulai terasa lelah, letih, dan ngantuk.. Selesai bersapa dengan para tamu, saya pun segera naik ke kamarku di lantai dua, tidur-tiduran di lantai dan tiba-tiba.. zzzzzz.... tertidur pulas sekali. Saking pulasnya, sampai-sampai saya tak tahu kepulangan keluarga besar tadi. Bahkan saya tak tahu bahwa setelah kepulangan saudara-saudara dari Jatinegara Kaum, ada lagi serombongan saudara dekat yang datang dari Tangerang dan Klender. Padahal untuk saudara yang dari Tangerang dan Klender itu, ada nilai historisku yang sangat besar sekali yang tak mungkin terlupakan (off the record). Katanya sih aku sudah dibangunkan, tapi katanya terlalu pulas sehingga tak terbangunkan. Alhasil dari kedatangan hingga kepulangannya, saya tak mengetahuinya sama sekali. Jadi untuk hal ini saya agak menyesal atas tidurku di siang itu. Padahal kalau saya terbangun, maka hari itu bisa jadi saya bermain dengan “Tia” kedua di hari Lebaran ini. Ya, salah satu anak dari sauadara ku yang di Klender bernama panggilan “Tia” juga. Usianya kurang dari 5 tahun kalau tidak salah. Jadi masih relatif lucu dan imut.

Hari kedua lebaran, kami sekeluarga berkunjung ke rumah saudara2 kami di daerah Pulo Gebang. Mengunjungi saudara yang di Pulo Gebang ini rutin dilakukan setipa tahun dan biasanya juga selalu di hari kedua. Selebihnya, hari kedua lebaranku hanya diisi dengan berdekam di rumah saja.

Hari ketiga, sesuai dengan rencana, aku dan beberapa teman alumni rohis 21 seangkatanku melakukan silaturrahim ke rumah beberapa guru SMA. Lokasi rumah mereka beragam. Ada yang dekat sekolah, rawamangun, hingga yang terjauh di tanjung priok.

Hari keempat : tidak kemana-mana

Hari kelima : kembali melakukan kunjungan ke rumah-rumah guru SMA, kali ini gabungan dari alumni rohis lintas angkatan. Kali ini perjalanan terjauh adalah ke daerah bekasi Utara.

Hari keenam : rencananya coba-coba telkomnet instant di rumah. Tapi ternyata belum berhasil karena ada error yang entah aku tak tahu sebabnya.

Hari ketujuh : Masuk Kuliah lagi!!! Di hari pertama

Ok, demikian saja laporan pandangan mata yang bisa saya laporkan dari rangkaian Lebaran 1427 H ku. Ada pun rencana ke depan, Insya ALLAH kami sekeluarga akan bersilaturrahim ke saudara di Pulo Gebang dan saya bersama dengan alumni ROHIS SMAN 21 berencana akan ke rumah-rumah mantan guru kami di SMA. Insya ALLAH..

Sekali lagi, TaqobalaLLAHu minna wa minKum, moga ALLAH terima 'amal kita dan mempertemukan dengan Ramadhan 1428 H. Amiin...

~cslab-1105-10, 1 November 2006 jam 09.30 WIB

List nama pengucap 'idul fithri


Berikut ini adalah list nama-nama relasi yang memberikan ucapan langsung kepada saya dengan tema “'Idul Fithri”

1. via sms (berdasarkan urutan waktu mulai dari yang terdahulu, maaf kalau ada yang salah urutan atau salah nama):
Rendie Maulana Arifin(SMAN21 angkt.'03), Deddy Saputra(SMAN21 angkt.'03), M.Faisal Reza(Fasilkom UI '03), Ricky Avicenna(SMAN21 angkt.'97), M.Ilman Akbar(Fasilkom UI '05), M.Ryan Firmansyah(SMAN21 angkt.'08), Mutia Novinina(SMAN21 angkt.'03), Rahadhini Ayu Setyaningrum(SMAN21 angkt.'03), Ismi Fauziah(SMAN21 angkt.'03), Muchlishah(FTUI Elektro '03), Irfan Hilmy(Fasilkom UI '03), Marina Eliza(SMAN21 angkt.'03), Desiana Nurul Maftuhah(Fasilkom UI '03), Lusiana Darmawan(Fasilkom UI '03), Adhitya Novian Raidy(Fasilkom UI '05), Andrianto Santoso(Fasilkom UI '05), Rahmatri Mardiko(Fasilkom UI '03), Albert Kurniawan(Fasilkom UI '03), Anjar Widianto(Fasilkom UI '03), Fatmalisa(SMAN21 angkt.'02), M.Nasri(Fasilkom UI '02), 0811***035(unknown), Sari Widya Sihwi(SMAN21 angkt.'01), Amiral Emeraldo(SMAN21 angkt.'03), Aziiz Surahman(Fasilkom UI '03), M.Hasrul Ma'ruf(Fasilkom UI '03), M.Fahriza(SMAN21 angkt.'07), Hamdi Riyadi(SMAN21 angkt.'00), M.Hardiansyah Ismail(SMAN21 angkt.'03), Wira Perdana(Fasilkom UI '02), Pak Sumardjo-Bu Mutmainah (Guru SMAN 21), R. Andarubowo(SMAN21 angkt.'08), Yugo Fandita(FMIPA Biologi UI ‘03), Daristo(SMAN21 angkt.'03), Sri Nur Ubaya Asri(FE Manajemen UI ‘03), Faruq Indra Kusumah(SMAN21 angkt.'03), Heri Setiawan(SMAN21 angkt.'03), Pak Suprayitno Syukur(Ka.Sekolah SMAN 21 2006-kini),… (hingga 30 Oktober 2006)

2. via telepon
Beberapa di antaranya: Pak Jundan IskandarGuru SMAN 21), Bu Titi YuliatiGuru SMAN 21), Bu Liliek AviaGuru SMAN 21), Alfian Rizaldi(SMAN21 angkt.'03), Ahmad Faisal(SMAN21 angkt.'03), Mutia Novinina(SMAN21 angkt.'03), Harun Ar Rosyid(SMAN21 angkt.'03), dan masih banyak yang lain, maaf bila ada yang terlupa..

3. via temu langsung
Banyak..seperti teman-teman alumni Rohis SMAN21 angkatan 2003 yang datang di acara ifthor dan silaturrahim di rumah Raja (Heri Setiawan, Herry Surpiyadi, Daristo, Ferdian, Dimas Adi Saputra, Helyus Romalo, Irawan Bayu Aji, Moh. Yusuf, Panji Arrie Priyadi, Hari Dwi Prasetyo, Arry Djaelani, Arief Budi Saptani, serta akhwat-akhwat yang datang ke acara tersebut), tetangga2 di sekitar rumah, saudara-saudara, teman-teman sekampus terutama angkatan 2003, staff pengajar dan pelaksana harian fasilkom UI, dll yang tak dapat disebutkan satu-persatu

4. via internet (e-mail, blog, dll.)
Banyak juga, gak bisa disebutkan satu-persatu

Bagi yang merasa sudah mengucapkan namun belum tertera namanya, bisa ingatkan saya dengan memberi comment pada blog ini. Sedangkan bagi yang memang belum terdaftar karena belum mengucapkan ucapan, silakan anda ucapkan lewat ke-empat cara yang telah disebutkan di atas.

TaqobalaLLAHu minna wa minkum..